Ungkapan Hati


Entah sejak kapan ini berubah jadi cinta. Tapi tiap kali namamu berkedip di layar monitorku, aku terlonjak gembira. Deretan kalimat di SMS, Facebook dan Twitter jadi denyut jantungku. Berdebar. Tersenyum. Bahagia.

Namamu ibarat arummanis yang harum, lembut dan manis. Indah dengan warna pink yang mengais-ais langit.

Aku tidak ingat kapan aku jatuh cinta padamu. Aku juga tidak tahu apa yang membuatmu begitu indah. Ada sesuatu yang menghubungkan kamu dan aku.

Lamat-lamat kupandangi wajahmu, kuingati gerakmu. Sepoi-sepoi namamu membuatku terpeluk hangat. Kau ada. Kunanti.

Tapi denyut itu tiba-tiba memerah, teremas kejamnya Dunia. Mimpi itu terkoyak oleh kefanaan. Mengiris langsung ke jantungku.

Pekat polusi membangunkanku dari kolam kebahagiaan yang kukira ada. Aku melambung tapi sebenarnya goyah oleh gravitasi. Aku berlari kencang meski ternyata hanya ke dunia ilusi.

Aku mencoba bertahan, tapi kamu makin menyiksa. Lagu cinta itu benar : kuingin menyerah tapi tak menyerah. Karena aku merasa kita pernah satu di kehidupan dulu. Tapi mungkin juga tidak.

Dan aku pun pasrah. Tak lagi berjuang, tak pula melawan. Mungkin memang tak pernah ada kisah kita pernah satu di kehidupan terdahulu. Jadi meski kamu tak jadi milikku, aku akan tetap menyapamu. Sama. Sehangat dulu. Takkan berubah. Janji.

Mashita

Charles Timothy

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.