Empat Tahun

Empat tahun lamanya bukan waktu yang singkat untuk saling mengenal. Banyak hal yang telah kita bagi bersama dalam kesedihan maupun kebahagiaan. Kau hadir dengan sebuah pelita yang tak pernah terpadamkan, kau menerangi hariku memberi harapan yang baru. Kau adalah semangat untuk jiwa dan ragaku.

Empat tahun lamanya memang bukan waktu yang singkat untuk semua ini. Jika aku boleh berkata, maka akan kukatakan 'aku selalu menyangimu'. Kau selalu ada disini di dalam lubuk hatiku, jauh di dalamnya lagi hingga kau tak terganti.

Empat tahun lamanya aku selalu beharap dan berusaha untuk bisa bertemu. Tapi nyatanya jarak dan waktu mengekangku. Hingga saat ini kita tak jua pernah bersua melepas rasa rindu.

Empat tahun lamanya aku selalu ingin membuat sesuatu denganmu agar aku bisa bersamamu selalu. Mungkin aku salah, menjadikan semua yang kita buat sebagai tiket untuk bisa selalu bersama. Bersama denganmu adalah sebuah kebahagiaan untukku.

Empat tahun lamanya akhirnya kau temukan seseorang yang bisa menggantikanku. Aku sedih, ternyata aku terganti. Aku tahu semua itu keputusanmu. Kau berhak menentukan siapa yang bisa menjadi tamu dihatimu.

Empat tahun lamanya. Arrghhh, akhirnya kutulis kata-kata acak tak berdiksi. Cuma satu yang kuharap, kita tak saling menjauh. Aku ingin kita selalu dekat meskipun tanpa harap yang lebih. Jangan pergi, aku ingin kau tetap disini.

Charles Timothy

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.