Memoar Masa Lalu

Lembaran-lembaran usang telah kuikat jadi satu, terkumpul dalam memori masa lalu. Disana tertulis cerita kita dahulu, saat jumpa pertama di bawah pohon waru.

Siapa namamu? Aku bertanya padamu saat itu, tapi kau hanya tersipu malu. Aku sebenarnya sudah tahu, hanya ingin mendengar langsung dari bibir manismu. Dengan ragu kau ucapkan namamu, aku Ratu, begitu katamu.

Namamu Ratu dan kau suka makan tahu, itu semua aku tahu dari temanmu. Begitu sukanya padamu, aku sampai rela mencuri-curi informasi tentangmu. Bahkan aku juga tahu kau suka minum jamu.

Masih ingatkah kau! Saat aku mengungkapkan seluruh isi hatiku padamu. Aku ingin memutar ulang memori itu. Kenangan masa lalu terkadang bisa membuat kita terharu. Saat itu bersama setangkai kembang sepatu, kuucapkan kata cinta padamu. Dengan malu-malu kau terima cintaku.

Tapi kini semua itu telah berlalu, hanya tersisa seonggok kenangan masa lalu. Kau telah pergi meninggalkanku. Meninggalkanku sendiri bersama hati yang hancur bagai debu.

Kini kita telah menua seiring waktu yang terus berlalu. Tak banyak yang bisa kuberikan untukmu. Hanya sebait doa kuucap mengiring langkah kepergianmu. Terima kasih telah menjadi bagian dari diriku. Selamat tinggal Ratuku, tenanglah dalam pembaringan terakhirmu.

Kutai Kartanegara, 28 Desember '12

Charles Timothy

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.