Aku Kekasihmu, Bukan Musumu

Kurang apakah diriku ini? Kurang cantik, kurang manis, atau kurang menarik! Hanya kau saja yang bodoh, sedangkan dia, dia begitu manja. Dia tak punya sopan santun. Itukah wanita pilihanmu? Buruk sekali. Aku ingin membung rasa sakit ini di kedalaman yang tidak bisa ditemukan.

Aku percaya pada naluriku. Naluriku berkata kau bisa menyembuhkan luka ini, luka dari perselingkuhan kekasih yang amat kucintai. Segera kubuang rasa sakit ini di kedalaman yang tidak bisa ditemukan, yang tak bisa menyapaku lagi.

Aku bangkit dari keterpurukan. Aku menyelam seorang diri dan akhirnya kutemukan penggantimu yang jauh lebih baik darimu. Tapi apa! Aku salah, diapun juga menyakitiku.

“Kau bodoh sekali, mana mungkin aku mencintaimu. Kau itu bekas musuhku, Dion.” Katanya begitu menyakitkan.

“Lalu apa maksudmu memacariku?” Tanyaku emosi.

“Sudah ku bilang, kau bekas musuhku jadi semua itu hanya untuk balas dendam!”

“Mengapa kau balas dendam padaku, apa salahku? Akupun diselingkuhi oleh musuhmu.”

“Ah! Sudahlah.”

Ryan pergi membiarkanku menangis. Terjatuh. Sekali lagi aku dipaksa untuk menahan rasa sakit yang sebenarnya tak bisa kutahan. Kemanapun aku mencari ketenangan, rasa sakit ini selalu mengikutiku. Kemanapun aku mencari tempat berteriak, ketempat paling tinggi, sakit ini tetap enggan pergi dariku.

Aku masih bingung. Ryan berkata tak mencintaiku. Ryan memacariku hanya untuk balas dendam tapi aku yakin Ryan mencintaiku. Kurasa Ryan juga salah karena aku juga disakiti Dion.

Aku mengambil handphoneku, menekan-nekan mencari sebuah nama. Ryan.

“Apa sebenarnya alasanmu memacariku lalu menyakitiku?” Tanyaku pada Ryan sesaat setelah terhubung.

“Buat apa kau tanya itu lagi, tidak jelaskah waktu itu?” Bentaknya kasar.

“Kumohon jawab, aku mencintaimu.”

“Aku kesal dengan Dion, tak lelahnya dia mencari masalah denganku tak tahukah dia, aku begitu mencintaimu, maka kaulah yang harus menanggungnya.” Nadanya suaranya meninggi, tersirat emosi dibaliknya.

“Tapi mengapa aku? Aku kekasihmu, bukan musuhmu. Akupun sangat mencintaimu, kamu yang menyembuhkan lukaku. Jangan siksa aku sayang.”

Ryan seketika terdiam. Lalu ia mulai berbicara lagi.

“Karena Dion ingin kembali padamu.”

Maria Umma

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.