Segumpal Rindu

Di atas Bukit Andora kita duduk berdua, membiaskan mimpi-mimpi yang ingin kita gapai. Tanganmu yang lembut kugenggam erat, seerat jantung bertahan pada rongga dada. Kudekap erat tubuhmu dalam jiwa yang pilu. Jiwa yang terombang-ambing dalam badai keraguan.

Matamu berbinar saat kutatap, membuatku selalu merindu. Kau adalah jiwa yang kutunggu, jiwa yang selalu kudambakan. Kau hadir menghiasi mimpi-mimpiku. Kau adalah harapan, masa depan yang ingin kugapai.

Esok. Tepat tiga tahun, sudah sekian lama rindu ini tak bersua. Masihkah kau ada di sana menantiku, seperti diriku di sini memperjuangkan rasa ini. Aku sudah tak sabar ingin keluar dari sini, dari jeruji yang mengekang tubuh ini. Aku ingin bertemu denganmu meleburkan semua rasa rindu.

Aku harap kau tak meragukan rasaku. Aku bukanlah pemberi harapan palsu. Rinduku tak semu, aku bisa yakinkan itu. Bertahanlah untuk sebentar saja, semua akan indah pada waktunya. Tunggulah aku, aku pasti akan datang.

Charles Timothy

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.