Pastilah Bisa!

Pernah saya membaca kata mutiara yang terselip dibuku yang bertuliskan. “Where there is a will, there is a way” yang artinya “Dimana ada kemauan (niat), disitu ada jalan”. Dari kata itu saya mencoba menerapkan didalam kehidupan. Saya ingin bisa dan saya berniat akan berusaha, karena saya membaca kata-kata itu sehingga saya yakin saya pasti menemukan jalanya atas apa yang saya inginkan. Tetapi saya zonk! Tidak mendapatkan jalan, KARENA HANYA DALAM NIAT SAJA.

Lalu saya memusuhi kata-kata itu, ternyata saya salah mengartikan kata-kata itu. Dilain waktu saya menemukan kata-kata itu lagi tetapi berbentuk bahasa Indonesia dan lebih panjang yang bertulisakan. “Dimana ada kemauan disitu ada jalan, dan kemauan saja tidak cukup harus di barengi dengan usaha yang keras”.

Owh! Saya sekarang tahu mengapa saya tidak mendapatkan suatu kemudahan, karena saya masih dalam bentuk niat saja (angan-angan). Dari kata itu saya memulai dari awal lagi. Saya kesulitan dengan salah satu, salah dua dan selanjutnya dengan mata pelajaran tertentu lalu saya niatkan untuk belajar dan berlatih terus, walaupun tidak selalu mendapatkan apa yang saya inginkan tetapi melalui usaha yang keras itu, alhamdulillah saya CUKUP mendapatkan kemudahan. Walaupun tidak di semua mata pelajaran saya mendapat kemudahan dan saya tetap merasa bodoh akan pelajaran tertentu dan kadang saya malas belajar karena tidak bisa-bisa dengan pelajaran itu.

Tetapi saya terbangun kembali untuk tetap berusaha agar saya bisa. Saya termotivasi dengan kata-kata dari seorang Guru, yang berbunyi: “Sebodoh-bodohnya orang kalau dia mau berusaha pasti dia bisa”. Saya mencoba menerapkan lagi dan berusaha tidak menyerah. Walaupun toh saya merasa diri saya ini amatlah bodoh, tetapi saya yakin kalau saya berusaha keras pasti Allah memberikan kesempatan bagi saya untuk bisa. Dan alahamdulillah Allah mengerti dan tahu, Allah telah meridho’i usahaku.

Begitupun dengan kata-kata ini! “Ciri-ciri orang yang ingin sukses ialah hanya memiliki satu alasan, yaitu tidak ada alasan. Akan tetapi ciri-ciri orang yang tidak ingin sukses yaitu banyak alasan”. Seperti halnya dengan saya, ketika akan ujian, banyak sekali tugas dan hafalan tetapi saya menunda-nunda untuk mengerjakannya. Saya banyak alasan, ya capek lah, ya sok sibuk dengan urusan luar sekolah, apalah. Akhirnya, setelah dekat dengan ujian saya pusing karena hafalan belum selesai dan tugas belum rampung.

Saya melihat teman saya, dia sudah lega dan tenang karena segalanya sudah selesai. Saya bertanya kepada teman saya itu, jawabnya ialah: “saya mendahulukan kewajiban dan mengabaikan apa yang tidak penting!” Oalah itu salah saya, akhirnya tinggalah penyesalan. Inilah akibat mengulur-ngulur waktu. Jika saya tidak banyak alasan dan tidak mengulur-ulur waktu pasti saya sudah selesai. Agrrr! Saya menyesal.

Keep Spirit kawan! God Bless You.

Ayo sahabat kita, mari berusaha (belajar) dengan keras agar kita mempunyai kesempatan bisa membanggakan orang tua.

Kita pasti bisa!

Maria Umma

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.