Aku Mencintaimu

Aku mencintaimu. Dalam sekejap kata itu terucap tanpa pernah kurancang akan mengutarakannya. Tubuhku bergetar, jantungku berdebar, entah hormon apa yang mengusikku. Aku tak terbiasa. Aku bukanlah sosok yang suka mengobral kata cinta.

Detik demi detik berlalu, aku terlihat bagai menunggu respon darimu. Masih sempat kulihat-lihat arlojiku untuk mengitung waktu yang sudah terbuang. Tapi waktu terasa begitu lama, sepertinya ia malu karena aku memperhatikannya. Aku serasa dalam dimensi yang berbeda.

Sepi, sunyi, hanya dengusan nafas yang terdengar. Bagaimana? Bagaimana tanggapanmu. Hatiku mendesak ingin tahu.

Aku tahu kau tak akan bisa menjawabnya. Kau hanya sebuah potret dalam dimensi empat kali tiga senti. Mungkin saat ini kau telah berada dalam dimensi empat, dunia metafisis yang tak mampu diraba oleh mata.

Andai kau ada di sini melihat dan juga mendengarku. Akan kukatakan padamu, aku selalu menyayangimu. Kau akan selalu ada di sini, di hatiku. Pergilah. Aku mengikhlaskanmu.



Kota Raja, 30 Nopember 2012

Charles Timothy

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.