Ini Adalah Cinta dan Ini Adalah Sayang

Jujur aku takut berharap kepadanya, jujur aku takut terlalu mencintainya. Kisah cintaku seperti direkayasa, seperti berada didalam sebuah drama. Berulang kali kau mengabaikan aku, aku telah sabar sebagai kekasih yang tak kau anggap, apa kurangku? Aku begitu menyayangimu, sikapmu yang seperti anak-anak tak ku hiraukan, mulutmu yang tak berhenti menyalahkanku tak kudengarkan, sifatmu yang keras tak kupedulikan.

Aku mencoba melepaskanmu disaat aku benar-benar terjatuh dan tak bisa bangkit lagi, walau aku begitu mencintaimu. Tapi kau jerat erat tanganku, kau gengam penuh dengan rasa sayang. “Jangan! Jangan pergi dariku, percayalah aku sangat mencintaimu.” Katanya menatap tajam kearahku setajam samurai. Aku tak bisa berbohong atas perasaanku, aku tak bisa jauh darinya dan atas nama cinta kudekap ia penuh dengan kemesraan. “Jangan abaikan aku, aku sakit bila kau tak pedulikan aku!” Cairan berlian tak terasa menes pelan-pelan. “Ia aku janji!” Dekapanya begitu hangat dan begitu erat, aku yakin dia benar-benar mencintaiku walau sering membuatku sakit, tak ada alasan lagi untukku bisa melepasnya.

Aku semakin mengerti artinya mencintai. Perbedaan-perbedaan yang ada diantara kita adalah pelengkap, adalah bumbu-bumbu yang menyedapkan hubungan ini. Perihku itu kau, kau harus bisa merasakan apa yang kurasakan, kau harus bisa merasakan sakit yang kurasakan. Bahagiamu itu aku, aku yakin disaat aku didekatmu aku mampu membuat kau bahagia. Aku percaya disaat aku memberikan perhatian yang penuh dengan kasih sayang, kau bahagia dan kebahagiaan itu tidak bisa kau temukan dimanapun, kapanpun dan pada siapapun selain aku.

Hari ini cuaca sangat mengijinkan kami berduaan, suasana pantai yang romantis membuat kami diam dalam tatapan penuh cinta. Katapun terucap dari bibirnya. “Pejamkanlah matamu!” Pintanya. Aku memejamkan mata, lalu ia berkata. “Bukalah matamu dan lihatlah ini!” Dia mengukir sebuah nama dan sebuah kata, membuatku tak percaya. Sifatnya yang tak mau mengalah dan terkadang membuatku sakit tapi hari ini dia membuatku semakin yakin bahwa dia adalah rasa yang tak mampu kubaca.

Maria Umma

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.