16 Pelajar Meninggal Akibat Tanah Longsor di China

Tentara paramiliter melakukan pencarian para korban terkubur. [Photo: Xinhua]
Enam belas siswa sekolah dasar telah dikonfirmasi meninggal dan tiga orang lainnya masih hilang setelah tanah longsor menghantam sebuah desa di barat daya China provinsi Yunnan pada Kamis, kata pemerintah setempat.

Bencana tanah longsor ini terjadi sekitar pukul 8 pagi di desa Zhenhe, provinsi Yiliang, juga telah mengakibatkan satu orang luka parah dan lebih dari 800 warga terkena dampak bencana ini, kata pemerintah kabupaten pada konferensi pers Kamis malam.

Longsor diperkirakan sekitar 160.000 meter kubik, mengubur 19 orang, termasuk 18 siswa di Sekolah Dasar Tiantou dan seorang warga desa.

Enam rumah di dekat sekolah juga terkena tanah longsor, dengan tiga terkubur.

Yiliang sebelumnya dilanda gempa bumi pada 7 September lalu, yang mengakibatkan 81 orang meninggal dan 800 lainnya terluka.

Para siswa, diatur agar mengikuti kelas meskipun sedang berlangsung liburan Hari Nasional untuk menutupi keterlambatan sekolah yang disebabkan oleh gempa, mereka tiba lebih awal untuk membuat persiapan kelas yang akan dimulai pukul 9 pagi, saat tanah longsor terjadi, kata Hong Lichang, wakil direktur bersama dinas pendidikan di kabupaten itu.

Tanah longsor itu juga memblokir sungai di dekatnya, membentuk sebuah danau penghalang dengan lebar 15 meter dan kedalaman 7 meter.

Pemerintah telah mengevakuasi lebih dari 800 warga yang tinggal di hilir sungai ke tempat yang lebih aman dan mengerahkan hampir 2.000 orang sebagai tim penyelamatan.

Bantuan materi, termasuk tenda, selimut dan makanan, telah didistribusikan kepada penduduk yang direlokasi.

Pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan.

Charles Timothy

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.