Senior VS Junior

Inilah kali pertama aku mengikuti organisasi sekolah. Dulu di SMP sempat mendaftar organisasi tetapi menyerah sebelum diseleksi. Organisasi Siswa Intra Sekolah atau lebih populer dengan nama OSIS. Sempat tak percaya masuk seleksi sebagai anggota OSIS, karena aku bukanlah orang yang hebat, pinter dan banyak bicara. Tapi ku syukuri akhirnya aku bisa menjadi anggota OSIS, dan aku bisa membuktikan pada semua bahwa aku yang selama ini di anggap pendiam bisa menjadi anak organisasi populer disekolah.
Setelah resmi menjadi anggota OSIS, kita banyak melakukan kegiatan, seperti rapat. Dalam sebuah ruangan yang tertuliskan room organization itulah tempat kita, disitu berbaurlah OSIS Senior dan Junior. Tentu saja dalam rapat yang masih awal ini, OSIS senior yang tampak menguasai ruangan, dengan ide-idenya. Beberapa bulan organisasi kita berjalan, OSIS Senior terlihat sangat dominan dibandingkan dengan OSIS junior, para senior selalu punya ide yang kretaif dan bekerja sampai waktu berakhir, akan tetapi saya dan para junor yang lainya tampak seperti disekap seakan tak dizinkan membuka mulut saat rapat. Takutkah atau malu, entahlah! Saat ada kegiatan yang mengharuskan OSIS kerja keras bahkan sampai sore, lagi-lagi yang tampak dominan adalah senior. Junior justru tampak setengah-setengah dalam bekerja. Aku yakin pasti para senior merasa jengkel pada kami.


Kita adalah keluarga dalam Organisasi tapi kita jarang ngobrol, saat dalam ruanganpun seperti ada pembatas yang memisahkan jarak diantara senior dan junior. Kita seperti berjalan sendiri-sendiri. Senior jarang sekali mengarahkan junior dan berbagi tentang ilmu mereka yang mereka dapatkan dalam setahun yang lalu ketika mereka berbaur dengan periode lama. Pantas saja saat rapat atau diskusi tentang kegiatan yang melanjutkan tahun lalu junior hanya diam dan mengatakan " KAMI SETUJU". 

Saat berkumpul, senior seakan ingin selalu menunjukkan bahwa inilah kami senior yang lebih hebat dibanding dengan junior yang nggak ada apa-apanya. Pernah dalam suatu kegiatan, dengan terang-terangan senior meremehkan junior dan menunjukkan bahwa dirinya yang paling pantas mengatasi kegiatan tersebut. Tapi dengan rasa hormat kami pada senior, dengan perlahan kami mencoba menguasai kegiatan tersebut dan hasilnya tak separah yang di katakan senior bahkan bisa dibilang berhasil. Inikah rasanya berorganisasi, tidak yang seperti kubayangkan.  Dalam obrolan yang terpisahkan junior sering membicarakan para senior dibelakang mereka dan kami juga yakin para senior juga membicaran kami dibelakang. Entah mengapa ini bukan seperti sebuah organisasi tetapi seperti sebuah kompetisi senior vs junior, dimana OSIS senior ingin sekali menampakpakan bahwa mereka yang paling dominan diabanding junior dan junior seperti kalah dalam kompetisi. Aku tidak nyaman dengan suasana seperti ini, bukan aku saja tentu para junior lainya juga. 

Bila dihitung-hitung hampir setahun sudah kami berorganisasi. Belum tampak keharmonisan yang sangat manis diantara senior dan junior. Tapi kami telah dipuji bahwa OSIS periode kami sukses dan kompak walau ada yang bilang senior lebih memperlihatkan kesuksesanya. menyedihkan, seharusnya saya dan junior lainya lebih semangat dalam menyukseskan karena kita juga akan menjadi senior tapi kami sangat tidak maksimal. Banyak junior yang tidak memiliki pengalaman banyak dimasa baktinya, karena kami memang banyak diam. Tak salah jika banyak senior yang meremehkan kita, dan takut jika OSIS masa yang akan datang tidak bisa sukses. Tapi  kami tidak ingin anggapan itu terus muncul. Di akhir masa bakti, kami berusaha melakukan yang terbaik. Semoga tiada lagi Senior VS Junior di periode yang akan datang.

Maria Umma

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.