Harapan Terindah

Kita telah lama berkenalan, sudah lebih dari dua tahun lamanya. Di sini kita bertemu, di suatu ruang yang disebut dunia maya. Entah kenapa cinta maya ini bisa tumbuh begitu subur di hatiku. Mungkin karena kau selalu menyiramnya dengan kasih sayangmu. Atau mungkin karena aku yang begitu giat memeliharanya.

Maya. Kata itu begitu menyengatku. Aku tak peduli akan hal itu. Yang terpenting bagiku adalah bisa menyayangi dan mencintaimu selalu. Itu saja telah membuatku senang, meskipun tak berbalas. Karena cinta itu memberi tanpa harus meminta kembali. Aku akan selalu memberikan kasih sayangku padamu, meskipun aku menyadari kita berada di ruang yang tak kita inginkan saat ini.

Aku selalu berharap suatu saat nanti kita bisa bertemu. Aku ingin menikmati hari indah bersamamu, meskipun hanya satu hari. Aku akan memanfaatkan hari itu sebaik mungkin untuk membuat dirimu bahagia bersamaku.


Saat aku berada di tepi pantai, saat itu pula bayangmu selalu muncul disampingku. Aku selalu membayangkan kita duduk berdua, menikmati mentari yang terbenam. Tapi sayang, semua itu hanya imajinasi. Membayangkan dirimu membuatku semakin rindu padamu. Aku senang, masih ada rasa rindu di hatiku. Rasa yang kukira sudah mati sejak lama, tapi ternyata hadirmu membangkitkannya.

Tuhan… berapa lama lagi aku harus menunggu. Jarak ini membuatku gundah. Tapi aku tahu, semua rencanamu pasti akan berakhir indah.

Charles Timothy

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.