Cinta Terlarang

Bila ada anak kembar lahir berpasangan itu berarti mereka adalah pasangan yang ditakdirkan Tuhan sejak lahir tapi mereka dikutuk tidak bisa bersama karena mereka sedarah....


❂❂❂

“Mars, sudah kakak bilang jangan tidur di dipan kakak, kamu kan punya dipan sendiri!” Venus mengguncang bahu adiknya, Mars hanya menggeliat dan tiba-tiba ia menarik lengan Venus sehingga gadis itu jatuh ke atasnya.

“Mars lepaskan!” Venus meronta dari dekapan adiknya, tapi Mars tetap tak bergeming, mereka terdiam, sesaat kemudian Mars membuka mata dan melepaskan Venus.

“Jantung kakak berdebar keras sekali, aku jadi takut” godanya, Venus memukul kepala adiknya pelan.

“Kamu ini ya, senang sekali menggoda kakak.”

“Habis aku senang, melihat wajah kakak yang memerah.”

Venus memegang pipinya yang panas, ia membalikan badan. “Keluar dari kamarku Mars, kakak mau ganti baju dan ingat lain kali kamu tidak boleh sembarangan lagi masuk kamar kakak” Venus mengaitkan tangannya erat-erat, Mars terpekur memandangi lantai.

“Aku tidak suka ibu memisahkan kamar kita, bukankah sejak sebelum lahir kita juga sudah ada di ruangan yang sama, aku tidak terbiasa bila kakak tidak ada di sisiku”

“Sudahlah Mars, aku malah senang tidak sekamar lagi denganmu, karena sekarang aku bisa tidur nyenyak tanpa harus mendengar kamu mendengkur”

“Huh, kakak payah” Mars melangkahkan kakinya keluar dari kamar Venus.

Sepeninggal Mars, Venus masih memegang dadanya, jantungnya masih berdebar keras hal itu selalu terjadi bila ia bersentuhan dengan Mars, entah mengapa, Venus sangat takut dengan perasaannya ini, ia takut jatuh cinta pada Mars, dan bukankah cinta yang demikian itu terlarang....

❂❂❂

“Selamat ulang tahun yang ke tujuh belas, Mars, Venus” orangtua mereka memberikan kado di kotak berpita biru yang cantik, Mars membuka kadonya, ternyata hadiahnya adalah sepatu olahraga yang sudah lama diinginkannya, sedangnya kado Venus berisi gaun berwarna merah yang manis.

“Sekarang tiup lilinnya, dan ucapkan permohonan kalian” ujar ibu mereka, Mars dan Venus mentup mata sesaat sebelum akhirnya meniup lilin kue ulang tahun mereka bersama-sama.

“Apa yang kakak pinta tadi?” bisik Mars pada Venus di perjalanan pulang dari restoran, orang tua mereka duduk di depan, sedangkan mereka ada di bangku belakang.

“Itu rahasia” ujar Venus pelan.

“Kalau aku meminta pada Tuhan agar kita tidak dipisahkan selamanya, agar aku selalu di sisi kakak, dan juga agar kita bisa sekamar lagi” Mars tersenyum menatap mata Venus dalam-dalam.

Venus menatap Mars dan berkata dalam hati “ Aku malah meminta pada Tuhan supaya aku bisa melepasmu. Aku takut Mars, semakin hari aku semakin menginginkanmu lebih, dan itu tidak boleh....”

❂❂❂

Angin malam yang dingin membelai wajah Venus lembut, menerbangkan rambut panjang terurainya, ia masih berdiri di balkon kamarnya di lantai dua menatap bintang-bintang di langit. Ketika ia mendengar suara langkah-langkah kaki mendekatinya “Kakak, aku buatkan juice Strawberry kesukaan kakak” Mars menyodorkan gelas pada Venus yang segera meraihnya, mereka lalu sama-sama berdiri berdampingan, mengobrol, sambil menatap langit malam.

“Lihatlah malam ini Planet Mars dan Venus bercumbu” Mars menunjuk ke langit, malam ini posisi planet Mars memang berdekatan dengan dengan planet Venus, langit cerah sehingga semuanya tampak jelas menghiasi malam bersama kerlap-kerlip bintang, tiba-tiba sebuah lagu mengalun memotong pembicaraan mereka, Mars meraih ponselnya, melirik nama yang tertera di layar sekilas, lalu mematikannya tapi sedetik kemudian lagu itu berdering lagi dan Mars tetap mematikannya.

“Dari siapa, kenapa tidak diangkat?” tanya Venus.

“Dari perempuan di sekolah yang mengejar-ngejarku” Mars mendengus kesal.

Venus mendelik “Siapa dia?”

“Alendra” jawab Mars.

“Alendra” gumam Venus, walaupun mereka tidak sekelas, Venus mengenal Alendra. Dia adalah perempuan target utama para laki-laki di sekolah.

“Kau bodoh, mengapa menghindarinya, harusnya kau beruntung Alendra menyukaimu.”

“Hahaha, aku memang populer di sekolah, tidak seperti kakak yang sampai mau lulus sekolah pun tidak punya pacar”

“Memangnya kau tidak hah?! Dengar ya Mars, kau tidak tahu saja, kalau aku juga punya orang yang ku suka.

”Tawa Mars berhenti, ekspresi wajahnya berubah panik, ia memegang bahu Venus “Siapa dia, katakan!” Venus bisa melihat kilat di mata Mars.

“Itu ra.. rahasia” ujar Venus gugup.

Mars melepasnya, ia berbalik dan berjalan menuju pintu dan menutupnya keras-keras tanpa berkata apa-apa lagi. “orang yang kusuka itu kau, andaikan kita tidak punya ikatan darah” kaki venus tidak bisa menahannya lagi, ia jatuh berlutut. “Aku mencintaimu Mars” Venus menangis pelan.

❂❂❂

Sudah hampir sebulan sejak kejadian itu mereka jarang berbicara, sejak Venus menolak memberitahukan siapa yang disukainya pada Mars, jarak orbit mereka semakin jauh dan mereka berusaha terbiasa berotasi dalam ritme masing-masing sampai suatu ketika matahari mempertemukan mereka lagi.

“Ve, maaf ya aku tidak bisa bantu piket hari ini, kamu yakin tidak apa-apa sendirian?” ujar Bela teman sekelas Venus.

“Tenang saja, kamu cepatlah pulang, katanya mau jenguk ibumu di rumah sakit” ujar Venus. Bela tersenyum sesaat sebelum meninggalkan Venus sendirian di kelas, ia lalu mulai meraih sapu dan mulai membersihkan kelas. Ia menatap langit yang mendung, Venus harus cepat kalau tidak ia akan terjebak hujan.

Sementara itu di kelas sebelah masih berdiri berhadapan Mars dan Alendra.

“ Tolong terima aku Mars, aku cinta kamu sejak kelas satu dulu” Alendra memegang kedua tangan Mars meletakkannya di dada.

“Bisa kau dengar debaran jantungku? Aku ingin kau memilikiku Mars” Mars menatap wajah Alendra, ia menyentuh dagu gadis itu mendekatkan bibirnya, Alendra memejamkan mata dan Mars mencium bibirnya lembut tapi tatapan Mars terpaku pada sepasang mata di balik bahu Alendra, sepasang mata milik Venus....

❂❂❂

Venus berlari menyusuri lorong-lorong sekolah, ia memegang dadanya erat ada rasa sakit yang tidak dapat terucapkan oleh kata-kata. Mars sudah memilih Alendra untuk mengorbit bersamanya, Venus harusnya bahagia, dengan begitu ia akan mudah melepasnya, tapi mengapa rasanya sesakit ini. Venus membiarkan air hujan membasahinya, ia berjalan menjauhi gedung sekolah, air matanya tersamar oleh hujan.

Venus memandang bayangannya sendiri di cermin, ia menyentuh wajahnya, betapa rautnya mirip dengan wajah Mars. Tapi Venus tidak bisa mencium wajahnya sendiri seperti ia tidak bisa mencium wajah Mars, mereka terpisahkan, seperti planet Mars dan Venus yang tidak dapat berdampingan karena ada Bumi di tengah-tengah mereka. Bumi adalah ikatan darah, bumi adalah Alendra yang efek rumah kacanya membuat permukaan Venus panas seperti neraka.

Venus mengingat kembali lembaran buku tentang mitos yang dibacanya “Percayakah kalian bila ada anak kembar lahir berpasangan itu berarti mereka adalah pasangan yang ditakdirkan Tuhan sejak lahir tapi mereka dikutuk tidak bisa bersama karena mereka sedarah....”

“Aku tidak akan bertahan Mars” Venus berkata lirih ia memandang pergelangan tangan kirinya, sedang tangan kanannya memegang benda tajam berkilauan dengan satu gerakan cepat Venus menyayat nadinya dan ia jatuh bersender ke tempat tidur, Venus mengangkat tangannya, ia memandang darah yang keluar dari nadinya terus menurun, seperti aliran sungai merah terasa hangat, dan Venus tenggelam dalam aliran itu sampai ia melihat bintang-bintang mengajaknya terlelap.

❂❂❂

“Ah, dimana aku sekarang, mengapa semuanya terlihat hitam dan gelap, dan aku tidak dapat bergerak” Venus berusaha menggerakan tubuhnya tapi ia seperti terikat sesuatu yang sulit ia lepas.

“Kakak, kau sudah sadar” Venus mendengar suara yang sangat dikenalnya, tapi ia tidak bisa melihat wajahnya.

“Mars, itu kau, dimana ini.”

“Aku tidak akan membiarkan kakak menyakiti diri kakak, karena itu aku akan menyimpan kakak disini.”

“Tidak Mars, kakak tidak suka disini, kakak takut disini gelap, Mars lepaskan kakak!!” tapi Venus tidak mendengar suara apapun lagi, ia menangis dalam hening.

❂❂❂

8 tahun kemudian.

“Akhirnya aku berhasil lari, maaf Mars. Aku tidak ingin terkurung di tempat itu lagi, aku harus meninggalkanmu, aku harus menemuinya, hanya dia yang bisa menyembunyikan aku dari Mars” Venus terus berlari melewati lorong-lorong yang seperti tak ada ujungnya, dan ia akhirnya melihat sosok itu, sosok yang bisa menyelamatkannya.

“Dokter... dokter!” Venus terengah-engah menghampiri seorang pria berbaju putih di depannya.

“Dokter Adit, maaf saya tidak bisa menahannya, dia tiba-tiba lari begitu saja” ujar seorang perawat di belakang Venus.

Venus mendekati pria itu “Dokter..., tolong saya, Mars... Mars dia...” Venus berkata tak beraturan.

“Ssstt...” pria itu meletakan telunjuknya di bibir venus, ia menatapnya lurus “Tidak apa-apa, Mars tidak akan mengganggumu, aku disini” ia memeluk Venus, membelai rambutnya.

“Dokter, Mars pasti marah melihat dokter memelukku, ia tidak mau melepasku dokter, aku takut...” Venus menangis.

“Aku akan melindungimu” ujar pria itu, ia mengusap air matanya, mengecup pipinya, tiba-tiba kaki Venus lunglai, ia tidak bisa menopang tubuhnya, dan pria itu menggendongnya tersenyum lembut. Venus memejamkan mata, ia memeluknya dan merasa aman, mereka menjauh. Para perawat melihat mereka sampai menghilang dari pandangan.

“Kasihan pasien itu, sudah hampir delapan tahun sejak percobaan bunuh dirinya, dia sadar dengan depresi berat dan hidup dengan kebingungan, selalu merasa seolah-olah ada orang yang menyekapnya sampai sekarang.”

“Iya, suster Rani, tapi aku melihat dari dulu dokter Adit kelihatan sayang dan perhatian banget sama pasien itu, seperti kekasih.”

“Kekasih! Sembarangan! Kamu memangnya belum tahu ya, dokter Mars Aditya itu adik kandungnya pasien itu, mereka kembar!

Oleh: Anonim

Charles Timothy

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.