Antara Indonesia-Australia

Aku di Indonesia. Kau di Australia. Aku dan kau di tempat yang berbeda.

Lagi dan lagi. Cinta jarak jauh ini tak kunjung berakhir. Tapi aku tak akan lelah, aku akan memperjuangkan perasaan yang kumiliki ini. Perasaan cinta yang tulus pada dirimu. Intuisiku berkata kau juga punya rasa yang sama padaku. Ya, saat kutanya, kau memang punya perasaan yang sama. Kita berdua saling mencinta.

Meskipun kita sama saling mencinta. Tak serta merta itu membuatnya mudah, justru itu membuatnya semakin rumit. Jarak hanya menjadi masalah, membuat kita resah gelisah. Dan akhirnya hanya akan berakhir pada kerinduan. Karena kita tak kunjung berjumpa.

Kerinduan tertahan di lubuk hati. Terpatri di dalam memori dan hanya menyisakan setitik air mata. Air mata kerinduan yang tak kunjung dapat kucurahkan padamu. Aku merindukanmu dalam ruang dan waktu yang berbeda.


Kadang aku berpikir, Tuhan tak adil dalam kehidupanku. Bagaimanapun aku membuka diri pada yang lain, tetap saja aku tak bisa mencintai dia yang ada disekitarku. Aku malah selalu mencintai dirimu yang jauh dari diriku.

Lelah. Ya, terkadang aku lelah dengan semua ini. Hatiku lelah. Tapi aku tak boleh putus asa. Tuhan memberikan rasa cinta ini padaku, tentu punya maksud dan tujuan. Aku akan berserah pada Tuhan. Dan berharap semoga kita segera dipertemukan.

Charles Timothy

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.