Sahabat, Aku Pasti Kembali



Rani dan Nia mereka adalah sahabat yang sangat lengket sepeti perangko. mereka selalu bersama, barang-barang yang mereka miliki pun juga banyak yang sama,sekalipun itu barang pribadi. Mereka dulu bersekolah di SMP yang sama, sekarang bersekolah di SMA yang sama juga. Mereka selalu selalu bersama dalam suka maupun duka, saling membantu tanpa mengeluh, saling terbuka satu sama lain tak pernah ada sekecil apapun masalah yang mereka sembunyikan. Selain itu mereka juga  saling mengalah hingga masalah hati dan perasaan pun mereka rela mngorbankanya demi tetap kokohnya persahabat mereka.

“Aku ga masalah jika kamu juga suka sama dia dan aku juga rela bila akhirnya nanti dia menjadi milikmu” Kata  Rani merelakan perasaannya teluka demi Nia.

Sama halnya rani, nia juga mengalah.

“Aku juga punya perasaan kali, aku ga mungkin bahagia diatas penderitaan orang apa lagi dia sahabatku  sendiri,
aku justru senang kalau kamu nanti jadi miliknya. Tapi ya sudahlah dari pada kita nanti bertengkar gara-gara laki-laki lebih baik kita buang jauh-jauh perasaan suka kita pada dia”

Ok! Tumben cerdas kamu, hahaha. Aku ga mau kita bertengkar, banyak kejadian gara-gara cowok persahabatan jadi hancur, ihhh ngeri jangan lah“

Ih kamu! Iya Ngeri banget, aku padamu dah Rani” Mereka bepelukan sebagai tanda tetap kokohnya persahabatan walau ada cobaan.

Walau
cobaan menerjang tidak ada satupun yang mampu memisahkan keduanya. Bagaikan manusia yang tidak bisa hidup tanpa udara, mereka pun begitu tidak bisa hidup tanpasatu sama lain. Hingga massa SMA berakhir dan saat itulah mereka di uji dengan perpisahan yang mengharuskan keduanya tidak bersama lagi, karena ini berkaitan dengan permintaan orang tua Rani.

“Nia setelah
enam tahun kita selalu bersama dan menjadi sahabat yang sangat erat dan selalu berhasil melewati, sekarang kita harus benar-benar berpisah” Kata Rani tanpa terasa kristal bening menetes di pipinya, keduanyapun berpelukan erat.

“Aku
ga percaya harus berpisah sama kamu, tapi walau kita berpisah selamanya sahabatku hanyalah kamu, aku yakin ini hanya perpisahan sementara bukan selamanya.”

Rani diminta oleh orang tuanya untuk kuliah di australia. dengan keputusan orang tuanya Rani tidak bisa menolak walau harus berpisah dengan Nia, karena Rani yakin itu adalah yang terbaik untuknya. Rani di australia selama tujuh tahun, secepatnya Rani harus berangkat karena dia harus mencari universitas terbaik.

“Hari ini aku berangkat ke Australia, jam 10.00 wib aku ke bandara, sebenarnya berat meninggalkan Indonesia apa lagi meninggalkanmu sahabat terbaikku”

“Aku juga sangat berat harus berpisah sama kamu Ran, tapi bagaimanapun juga ini pilihan orang tua kamu yang pasti terbaik untuk masa depanmu, jaga selalu pershabatan kita disana ya jangan lupakan aku.”

Of course, aku disana tujuh tahun dan saat aku kembali nanti orang pertama yang aku tanyakan adalah kamu sahabatku.” Merekapun berpelukan.

Waktu telah menunjukkan pukul 10.00 wib tepat, Rani berangkat ke bandara diantarkan oleh keluarganya serta Nia sahabatnya. Tak lama pesawat harus sudah lepas landas itu mengharuskan mereka benar-benar berpisah.

“Selamat
tinggal Nia sahabatku aku akan selalu mengingatmu dan aku akan selalu mengabarimu.” Rani mengucapkan kata perpisahan sembari memeluk Nia untuk yang terakhir kalinya.

“Selamat tinggal Rani sahabatku, kabarmu akan selalu menjadi penantian pertama ku semoga kamu nyaman disana
.” Tangis kesedihanpun mewarnai perpisahan mereka.

Ranipun telah berangkat ke Australia, Nia sangat menunggu kabar dari Rani, ponselnya tak pernah lepas dari genggamanya. Setelah beberapa jam kemudian Rani mengabari bahwa ia telah sampai dengan selamat, tentunya perasaan Nia sangat senang. Mereka selalu berkomunikasi, hampir tidak ada kejadian satupun yang terlewatkan. Sampai  pada saatnya, Rani dan Nia sangat sibuk dengan kuliah masing-masing itu membuat mereka tidak bisa setiap hari saling memberi kabar.

Karena sistem perkuliahan di indonesia dan di Australia berbeda jauh. di Australia Rani sangat sibuk berbeda dengan Nia yang di Indonesia. Nia merasa kecewa karena empat tahun belakangan Rani sulitdihubungi dan tidak pernah memberi kabar. di telepon tidak dijawab itu diulang-ulang oleh Nia hingga nomor Rani tidak bisa dihubungi, Nia juga mengirim E-mail pada Rani tetapi tidak dibalas juga.

“Apakah Rani sudah lupa sama aku dan apakah dia sudah menemukan sahabat lain hingga dia melupakan aku” gumam Nia dalam hatinya.

“Ah ga mungkin, Rani melupakan aku, mungkin dia disana sangat sibuk kali ya? Gumam Nia sambil meyakinkan hatinya. 

❀❀❀

 
Rani di Australia dijadwalkan dengan kuliahnya yang sangat padat. Apalagi Rani disana mencoba berbisnis kecil-kecilan untuk menambah kesibukanya,  itulah yang membuatnya
tidak bisa lagi berkomunikasi dengan Nia.

Waktu terus berputar tidak terasa lima tahun sudah Rani di Australia.
Kesibukanya membuatnya ,pula ia lupa pada Nia sahabatnya. Saat itu Rani sedang melihat-lihat album fotonya tiba-tiba rani tercengang.

Oh God! i’m very evil, sahabat seperti apa aku ini aku selama ini telah melupakan Nia, tidak pernah memberi kabar padanya.”

Setelah itu Rani mencoba menghubungi Nia tapitidak bisa, Rani sangat merasa bersalah karena dia telah melupakan Nia. Rani mencoba mencari tahu dengan bertanya pada orang tuanyanya tentang Nia tetapi orang tua Rani tidak tahu karena sudah tidak pernah bertemu dengan Nia lagi. Segala cara Rani lakukan tetapi hasilnya sia-sia.

Enam  tahun sepuluh bulan telah berlalu kuliah ranipun telah selesai. Dua  bulan lagi dia akan kembali ke Indonesia,  ia berniat waktu dua bulan ini ia manfaatkan untuk berlibur mengelilingi australia. Tetapi  Rani mengurungkan niatnya untuk pulang dua  bulan lagi karena dia ingat sesuatu.

“Oh iya, lowh bukanya tanggal 15 desember Nia ulang tahun, lebih baik kepulanganku aku percepat saja, untuk memberi surprise pada  Nia”

“Tapi apakah Nia masih mengingatku dan apakah aku nanti bisa bertemu dengan Nia, sementara Nia ga da kabar sama sekali. Ah bodo’ masalah nanti bertemu Nia apa ga bisa di atur di Indonesia.” Rani segera bersiap-siap untuk pulang ke indonesia.

Ternyata di waktu hampir tujuh  tahun itu pula, Niatak pernah melupakan rani, nia berharap Rani cepat pulang ke Indonesia. Tapi sudah lima tahun Nia tak pernah tahu kabar Rani. “Waktu sudah berjalan hampir 7 tahun, Rani aku rindu kapan kamu pulang dan bersama-sama denganku lagi, mengapa tidak ada kabar tentang kepulanganmu, apakah kamu tidak akan kembali ke Indonesia.Gumam dihatinya tak terasa air matanya membasahi pipinya.
Rani telah pulang ke Indonesia.

“Papa, mama, Rani kangen banget sama kalian, Rani sangat terimakasih pada kalian Rani disana senang sekali dan Rani disana bisa berbisnis, bisnis itu akan Rani lanjutkan di Indonesia” Rani berkata sembari sungkem pada kedua orang tuanyanya.

“Kami juga sangat kangen nduk, kenapa tidak tetap berbisnis disana saja? Kan sangat menjamin”
Tanya mamanya.

“Ah ga ah,
i love Indonesia. Rani juga tidak ingin berpisah dengan kalian lagi dan tentunya sahabat Rani, Nia. oh iya bagaimana pah mah, kalian sudah dapat informasi tentang Nia?

 “Sampai sekarang kami tidak tahu apa-apa tentang Nia, tapi kamu jangan sedih pasti Nia akan segera betemu lagi sama kamu.

Tak ada kabar dari Nia Kesedihan menghiasi kepulangan rani. Rani berniat segera mencari dimana keberadaan Nia sekarang. Walau Rani tidak tahu dimana Nia, tetapi Rani telah merencanakan sebuah acara untuk Nia di hari ulang tahunnya nanti. Rani mencari Nia dimana-mana, Rani mendatangi rumah Nia yang dulu ditinggalianya tapi kini rumah itu telah beralih kepemilikanya. Rani mencari di tempat kuliah Nia, ternyata Nia telah selesai kuliah disitu. Rani meminta alamat pada pihak kampus tetapi mereka tidak tahu alamat baru Nia. Rani sangat sedih.

Aku harus mencari Nia dimana lagi, dua  hari lagi dia ulang tahun.Tanya dalam hatinya.
Dua hari telah berlalu, hari ini Nia ulang tahun, lalu Rani teringat sesuatu.

I’m very stupid, aku dan Nia kan punya tempat dimana hanya aku dan Nia yang mengetahui, mengapa aku tidak ingat itu dari kemarin, pasti sekarang Nia ada disana”  Rani langsung berangkat ke tempat itu.

“Rani kamu dimana, apakah kamu benar-benar lupa sama aku, mengapa kamu tidak datang ketempat ini apakah kamu lupa dengan tempat ini apakah kamu juga lupa dengan ulang tahunku” kata Nia saat dirinya berada ditempat itu, disudut matanya cairan bening pun menetes.

“Aku disini sahabatku, aku tidak pernah lupa sama kamu, sama tempat ini apalagi sama hari ulang tahunmu, aku selalu inget semua itu
. Seru Rani saat ia datang ditempat itu. Nia sangat terkejut dan langsung memeluk rani. Pertemuan mereka setelah tujuh tahun berpisah diwarnai oleh tangisan kebahagiaan.

“Rani, Rani sahabatku  akhirnya kamu kembali, aku rindu sekali sama kamu.

“Selamat ulang tahun sahabatku, wish you all the, dan semakin disayang oleh orang banyak. kamu sudah banyak beda, dari kemarin aku mencarimu ternyata aku menemukanmu disini.

“Amin, terimakasih sahabatku, kamu juga
nih banyak banget bedanya udah kaya bule ajja!
“Hahaha!” Keharuan berubah menjadi tawa bahagia keduanya.

Mereka berdua saling melepas rindu, saling
menceritan keadaan mereka selama terpisah. Setelah mereka melepas rindu Rani langsung membawa Nia kerumahnya untuk memberi surprise acara ulang tahun yang telah ia buat untuk sahabtanya Nia. Rani juga memberikan hadiah terindah kepada Nia  yang ia beli di Australia.

Terimakasih Ran, kamu tetap Rani yang dulu, Rani yang baik hati, i love you so much!
Sama-sama sahabatku, kamu juga tetap Nia yang dulu, love you too!”  

❀❀

Maria Umma

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.