Cintaku Bertepuk Sebelah Tangan

Aku percaya pada kata hatiku bahwa aku mengagumi dan menyayanginya. Hanyalah dia yang ada di hatiku. Namanya selalu ada di fikiranku. Tak mampu ku menghapusnya dari otakku.

Aku berharap lebih padanya. Aku ingin memilikinya. Saat dia melintas di depan mataku, walau hanya sekejap tapi hatiku sangat gembira. Terasa mimpi saatku di dekatnya, akupun tak bisa berkata-kata. Setiap langkahnya menghangatkan kedinginan. Lirik matanya buatku melayang ke angkasa. Suara lembutnya membuat kedamaian hati ini. Gerak-geriknya membuatku meloncat-loncat ke udara.

Kekagumanku padamu begitu nyata, bahkan sebesar dunia, seluas samudera, setinggi himalaya. Kasih sayangku padamu tak mampu kuberikan kepada orang lain. Jika kau menjadi milikku, aku berjanji kau tak akan kulepas hingga aku tak mampu bernapas lagi.

Musnah, musnah dan musnah. Kekagumanku yang amat begitu besar tiada menemui tujuan. Keinginan  memilikinya, tidak mungkin terjadi. Terbuang sia-sia kasih sayang yang aku berikan padamu, tiada arti janji yang kuucapkan. Tinggallah luka yang menginap didalam hatiku untuk selamanya. Tinggal lah air mata yang membasahi hidupku. Karena hatimu telah ada yang memiliki. Yang tersisa hanyalah harapan-harapan yang tak ada ujungnya.

Maria Umma

Phasellus facilisis convallis metus, ut imperdiet augue auctor nec. Duis at velit id augue lobortis porta. Sed varius, enim accumsan aliquam tincidunt, tortor urna vulputate quam, eget finibus urna est in augue.